Saber Pungli Jangan Sasar Pejabat Bawahan Saja, Harus Sentuh Petinggi Negara Nakal

Saber Pungli Jangan Sasar Pejabat Bawahan Saja, Harus Sentuh Petinggi Negara Nakal

BERBAGI
Image result for banner website

DELIK INDONESIA.COM – Pasca ditangkapnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Dandan Riza Wardana dan ditetapkannya sebagai tersangka kasus pungli, membuat bangsa Indonesia bertanya-tanya, ternyata dengan adanya gerakan Saber Pungli pun, masih saja ada pelanggaran praktik pungli juga.

Betatapun itu, kinerja instansi pemerintah penegakan hukum dan pelanggaran tindak pidana korupsi dianggap sudah bergerak, hanya saja masih ada yang dikritisi oleh Yuddy Chrisnandy.

Mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) di Kabinet Kerja jilid I tersebut mengingatkan, agar kinerja instansi penegakan hukum baik polisi kehususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lebih profesional lagi. Sehingga kinerja penegakan hukum dan pemberantasan korupsi oleh KPK tidak terkesan seperti proyek pesanan.

“Saya sepenuhnya mendukung pemberantasan korupsi, mendukung langkah KPK. Namun, jangan tebang pilih. Jangan ada kesan ‘By Order’. Harus Adil,” kata Yuddy dalam akun Twitternya, @yuddychrisnandi, Senin (30/1/2017).

Selain itu, Saber Pungli yang merupakan program buatan Pemerintah pusat untuk mengontrol dan menekan indikasi suap atau pungutan liar di instansi pemerintah daerah juga dikritik oleh Yuddy. Guru besar dari Universitas Nasional (Unas) tersebut mengingatkan, agar kinerja Saber Pungli tidak hanya bergerak di kalangan lembaga bawah, melainkan bisa menyentuh ke kalangan pemerintah pusat sekalipun.

“Berantas korupsi bukan sekedar membentuk Saber Pungli yang menyasar birokrat kelas bawah dengan nilai recehan.Mulailah menyasar petinggi-petinggi republik,” tukasnya. [mib]