Menteri Jokowi Kok Gak Tahu Nawacita

Menteri Jokowi Kok Gak Tahu Nawacita

BERBAGI
Image result for banner website

Jakarta – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) meminta kepada kabinet kerja untuk tetap melakukan evaluasi disisa dua tahun pemerintahan Jokowi.

Menurut Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, meski dibalik kesuksesan sepanjang tiga tahun pemerintahan Presiden Jokowi, namun dari segi berbagai bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan keamanan masih dilakukan evaluasi agar bisa mewujudkan nawacita.

“Saat ini ada banyak Menterinya yang kurang memiliki komitmen pada program nawacita. Cukup banyak menteri dalam kabinet sekarang tidak sekadar tidak punya komitmen pada nawacita, tapi bahkan tidak tahu apa itu nawacita,” tegas Willy, Rabu (12/4).

Willy berharap agar disisa waktunya ini Presiden Jokowi bisa lebih memberikan perhatian kepada para Menterinya untuk benar-benar kerja esktra. Sebab, dia menyayangkan jika ada fenomena pengalihan isu untuk menutupi kegagalan pemerintahan Jokowi.

“Ini dikarenakan Menterinya tak paham dengan Nawacita. Jangan menoleh kebelakang seperti era sebelumnya dengan piawai dalam pengalihan isu. Rakyat hanya butuh makan dan kenyang sehingga Menterinya bisa ekstra untuk bisa memberikan pelayanannya sampai kepelosok pedalaman. Fenomena bunuh diri, teroris yang kerap terjadi ini sebagai contohnya, mungkin karena kurang diperhatikan kesejahteraanya,” paparnya.

Selain itu, kata dia, masih ada evaluasi lainnya yakni terciptanya lapangan kerja di Indonesia dan alangkah baiknya Presiden Jokowi dan Menlunya mengajak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nya untuk kembali bekerja di Indonesia.

“Kasihan mereka, ditayangan youtube TKI teriak-teriak minta tolong ke Presiden supaya kembali ke tanah kelahirannya Indonesia dan bisa bekerja disana dekat dengan para kerabat. Buktikan Indonesia kaya raya dan bisa mensejahterahkan rakyatnya seperti yang tercantum dalam UUD 45,” jelasnya.

Oleh karenanya, tambah Willy, hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintahan Jokowi jangan biarkan anak bangsa saling diadu domba. Dan jangan biarkan bangsa ini menjadi terpecah belah.

“Masih banyak masyarakat miskin dan harus jadi prioritas. Terus terang masih banyak hal lainnya yang mesti dievaluasi, dikritisi kabinet Jokowi disisa pemerintahannya,” ucapnya.

Masih kata Willy, dirinya mengaku tidak menginginkan kerja pemerintahan Jokowi selalu terganggu oleh kegaduhan yang dilakukan oleh para menterinya.

“Masa harus Jokowi bekerja ekstra guna melakukan langkah-langkah koordinasi secara langsung dengan para menterinya. Ini perlu dipertimbangkan untuk mempengaruhi optimalisasi kerja pemerintah,” tandasnya.