Gebernur NTB di Hina, Mantan Ketua Umum Badko HMI Nusa Tenggara Marah...

Gebernur NTB di Hina, Mantan Ketua Umum Badko HMI Nusa Tenggara Marah Besar

BERBAGI
Photo

Delik Indonesia.com – Penghinaan salah seorang warga Tionghua kepada Gubernur NTB mendapat reaksi keras dari Hampir Seluruh Warga NTB, pasalnya Wagra Tionghua yang Berinisial SHS ini mengutarakan kata-kata yang berbau rasis kepada sang Gubernur, bahkan mengumpat Gubernur NTB yang juga dikenal sebagai sosok Ulama dan Hafids Qur’an.

Aksi SHS berawal dari masalah Antrian di Bandara Singapura ketika sang Gubernur dan Keluarganya sedang mengantri di bandara, karena tidak sabar mengantri SHS lalu mencaci dan memaki TGB KH.

Zainul Majdi, MA karena dianggap mengambil ruang antrian yang sebelumnya ia tempati, padahal ruang tersebut ternyata sama sekali belim sempat ia tempati, TGB sempat menyanggah makian tersebut dengan mengatakan bahwa tempat ini kosong sehingga beliau tempati, namun SHS terus saja memaki, sang Gubernurpun mengalah lalu memilih antrian lain, namun SHS terus saja memaki dan mencibir, sang Gubernurpun diam dan tak menghiraukan.

Sesampainya di Indonesia, sang Gubernur melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib, dan SHS pun meminta maaf dan mengakui kesalahannya dengan membuat surat pernyataan.

Berita ini pun sampai ke Masyarakat NTB, dan Jutaan masyarakat NTB pun memaki SHS melalui akun media Sosial mereka masing2, bahkan SHS pun di maki dan diminta untuk di Pulangkan ke Negara Asalnya.

Kejadian ini pun membuat Mantan Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Nusa Tenggara 2010-2012  Masyhur Harahap marah besar, saat di konfirmasi Via telpon genggam oleh wartawan, “ini adalah penginaan kepada seluruh warga NTB, TGB ini putra terbaik NTB bahkan Republik Ini, kami mencintai dan memulyakan beliau, lalu ada orang asing yang gak jelas memaki guru dan fatsun kami, ya wajar lah kalau kami geram, apalagi si SHS ini telah berani memaki-maki dengan kata-kata yang Rasis dan songong, ini orang semestinya sadar diri, bahwa Hidup di Indonesia tidak cukup dengan Harta yang melimpah ruah, tapi ada adat istiadat dan sopan santun adalah yg utama. “udah ini orang dikarungin aja suru pulang ke negaranya”, tegasnya

Putra Asli NTB ini pun menyatakan bahwa “harus ada upaya serius dari pemerintah untuk menertibkan orang-orang asing semacam ini, perlu diberi pembelajaran khusus mengenai adat istiadat dan tradisi sopan santunnya orang Indonesia, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi”. Tukasnya