Diduga Negara Rugi 13,5 milyar, GARDA NAWACITA, Minta KPK Periksa Gubernur Maluku

Diduga Negara Rugi 13,5 milyar, GARDA NAWACITA, Minta KPK Periksa Gubernur Maluku

BERBAGI
Gedung KPK RI
Photo

KORUPSI – Katalisator dalam istilah kimia adalah penggerak atau sesuatu yang mempercepat berjalannya reaksi. Seorang pemimpin dapat dikatakan sebagai katalisator apabila mampu menunjang segala aspek kemajuan bangsa dengan ide-ide dan tindakan yang baik. Keberhasilan tujuan bangsa ditentukan oleh kemampuan pemimpin untuk bersikap.

Kiprahnya yang besar dalam mengatur suatu bangsa atau negara, pemimpin yang baik bisa menjadi panutan. Namun kalau di lihat saat ini di berbagai bangsa tidak seperti dalam teori yang kita pelajari, padahal seharusnya dengan adanya pemimpin bisa menegakkan dan memelihara ketertiban kehidupan manusia. Seorang pemimpin dikatakan mampu menciptakan rasa aman apabila ia mampu untuk terus berfikiran positif, teguh pendirian dan mampu memegang segala kendali dengan jujur yang bijaksana. Pemimpin yang mampu menciptakan rasa aman adalah pemimpin yang sangat dapat diandalkan.

Fakta yang terjadi di Maluku dimana pada masa kepemimpinan Ir. Said Assagaf (Gubernur Maluku) jauh dari apa yang di harapkan. Pembangunan di provinsi Maluku makin buruk padahal sumberdaya Alam dan Manusia tidak ada yang kurang, ini artinya pemimpinnya tidak mampu menggelola sumberdaya yang ada di Maluku. Pungkas, Ketua Komite Nasional GARDA NAWACITA, Abdullah Kelrey, lewat pesan elektroniknya, Kamis, (20/17).

Said Assagaf : Mantan Sekda/Gubernur Maluku

Bayangkan terjadi kejahatan di birokrasi mulai dari Said Assagaf semasa menjadi sekda di negeri para raja itu, kejahatan yang di maksud adalah kejahatan korupsi, ingat bahwa, korupsi adalah kejahatan terorganisasi dan terjadi di antara pejabat Maluku, bayangkan salah satu kasus yang sampai saat ini belum selesai penangganannya yaitu : Dugaan kejahatan korupsi proyek pembangunan Mess Maluku yang terdapat di Jl. Kebon Jeruk Jakarta Pusat itu. Pungkasnya lagi

“Mess mewah itu dalam pembangunannya tercium indikasi korupsi. Ada dugaan terjadi mark up mencapai Rp 13,5 milyar. bayangkan ini bukan main – main, lalu apa yang kita harapkan dari pemimpin seperti ini? ”

Mess Maluku Jakarta

Ketua Komite GARDA NAWACITA itu minta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk secepatnya menindak lanjutkan proses terkait dengan dugaan tersebut, dengan memanggil dan periksa bekas Sekda Maluku yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Maluku.

Kasus tersebut juga sudah di tanggani komisioner sebelumnya, namun prosesnya tidak berjalan mulus, karena Komisioner sebelumnya masih ada hubungan atau kedekatan dengan beberapa pejabat asal Maluku termasuk Mantan Gubernur Maluku dan Mantan Sekda Maluku.Tukasnya. (adi)