Ketua Komite Nasional GARDA NAWACITA Desak KPK Tuntaskan Kasus Setya Novanto

Ketua Komite Nasional GARDA NAWACITA Desak KPK Tuntaskan Kasus Setya Novanto

BERBAGI
Setya Novanto/Istimewah
Photo

DELIKINDONESIA Ketua Komite Nasional Garda Nawacita, Abdullah Kelrey mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Salah satunya adalah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat seluruh aktor pelaku tindak pidana korupsi dengan hukuman yang setimpal.

Termasuk juga terhadap Ketua DPR RI, Setya Novanto yang berhasil lolos dari jeratan hukum usai menang di Praperadilan, hari Jumat (29/9) lalu itu.

“Kami dari Komite Nasional Garda Nawacita mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kembali, dalam kasua E-KTP,” kata Kelrey dalam keterangan persnya hari ini, Selasa (3/10).

Walaupun kalah dalam Praperadilan, Kelrey mengatakan bahwa KPK juga masih punya peluang besar untuk memakaikan rompi tahanan kepada Ketua Umum Partai Golkar itu. Apalagi klaim KPK, bahwa pihaknya telah mengantongi lebih dari 200 bukti kuat.

“Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih berwenang untuk menetapkan kembali Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik,” pungkasnya.

Kemudian Kelrey juga menekankan bahwa, berdasarkan Pasal 2 Ayat 3 Peraturan MA Nomor 4 Tahun 2016 tentang Larangan Peninjauan Kembali Putusan Praperadilan, keputusan Praperadilan tidak serta merta menggugurkan kewenangan penyidikan kasus seseorang.

“Kita melihat bahwa putusan praperadilan yang mengabulkan permohonan tentang tidak sahnya penetapan tersangka, tidak menggugurkan kewenangan penyidik untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka lagi,” ujarnya.

Atas dasar itu, Kelrey mendorong agar negara tidak lemah syahwat untuk memproses hukum Setya Novanto, lantaran dugaan kuat keterlibatannya dalam kasus yang membuat negara merugi hingga Rp2,3 triliun itu.

“Dengan poin-poin di atas, sudah jelas bahwa negara jangan sampai lemah lembut karena sudah jelas negara rugi. Masa negara kalah dengan satu orang. Jangan menyerah, kami tetap berada di garda terdepan mengawal KPK,” tegas Kelrey.