Dianggap Negara Lemas, GN Minta Negara Jujur Soal Kasus SN!!

Dianggap Negara Lemas, GN Minta Negara Jujur Soal Kasus SN!!

BERBAGI
Setya Novanto/Istimewah
Photo

DELIKINDONESIA – Korupsi merupakan kejahatan luar biasa karena melanggar hak ekonomi dan hak sosial masyarakat. Itulah sebabnya, penanganan masalah ini pun harus secara luar biasa agar dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat. Aparat penegak hukum, baik penyidik, jaksa penuntut umum, maupun hakim semestinya mengungkap semua kasus korupsi hingga tuntas.

Sampai saat ini, faktanya negara belum mampu menuntaskan berbagai kasus korpusi yang terjadi di bangsa ini. Lihat saja kasus E-KTP negara ternyata lemas dan mungkin tidak jujur soal kasus korupsi yang diduga kuat melibatkan Setya Novanto. Ujar, Abdullah Kelrey (Ketua Komite Nasional Garda Nawacita), lewat pesan elektroniknya, Senin, (09/10).

Selain kasus E-KTP, masih banyak kasus korupsi yang diduga melibatkan politisi Partai Golkar itu, seperti BANK Bali, kita tahu bersama bahwasanya, pasus pengalihan Hak Piutang Bank Bali – 1999. Nama Setya Novanto pertamakali melejit dalam kasus pengalihan hak piutang (cessie) PT Bank Bali kepada Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) yang diduga merugikan negara sebesar 900 miliar Rupiah. Saat itu Bank Bali melakukan pengalihan dana sebesar lebih dari 500 miliar kepada PT. Era Giat Prima yang dimiliki Novanto, Djoko S. Tjandra dan Cahyadi Kumala.

Kejaksaan akhirnya mengadili Djoko Tjandra sebagai tersangka utama. Sementara Setnov lolos berkat Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) yang dikeluarkan Kejaksaan. Jaksa Agung saat itu. MA Rachman dikenal dekat dengan Partai Golkar. Papar Kelrey, dalas pesan elektroniknya

Untuk itu, dirinya lewat Komite Nasional GARDA NAWACITA minta negara harus jujur soal kasus Setya Nuvanto, jangan lagi korbankan orang lain yang mungkin hanya sedikit kecipratan uang haram tersebut, seharusnya dalang utamanya yang di tangkap dan dipenjarakan. Tutup Kelrey.