KPTJ Kembali Galang Tanda Tangan Tolak Reklamasi di Patung Kuda

KPTJ Kembali Galang Tanda Tangan Tolak Reklamasi di Patung Kuda

BERBAGI
Photo

Jakarta – Kelompok massa tergabung dalam Komite Penyelamat Teluk Jakarta kembali turun kejalan menyerukan penolakan proyek reklamasi teluk Jakarta dengan penandatanganan petisi di Patung Kuda, Jakarta, Minggu (5/11).

“Hari ini antusias warga DKI memberikan penandatanganan petisi penolakan reklamasi,” ungkap Juru Bicara Komite Penyelamat Teluk Jakarta, Fadli.

Lebih lanjut, disela-sela acara itu Fadli menyebutkan dampak reklamasi teluk Jakarta diantaranya dampak sosial yakni pertama reklamasi merampas paksa hak masyarakat yang mendiami pesisir teluk atas aksesnya terhadap laut (ocean grabbing). Kedua, adalah reklamasi telah menggusur 57.100 nelayan dari habitatnya (1995-2016), belum termasuk proyeksi 2017.

“Dan reklamasi sangat berpotensi menggusur paksa seluruh nelayan yang mendiami pesisir teluk Jakarta,” ucapnya.

Gambar Pengalangan Tanda Tangan Dukungan Tolak Reklamasi Teluk Jakarta Khususnya Pulau G di Patung Kuda Jakarta Pusat

Selain itu, Fadli juga membeberkan dampak ekonomi lainnya diantaranya adalah reklamasi berdampak terhadap hilangnya areal budidaya kerang hijau penangkapan ikan seluas 1.427,43 (Ha), atau setara dengan 314,5 Milyar dan dampak banjir akibat dari reklamasi teluk jakarta menimbulkan kerugian ekonomi sebesar 2,149 triliun (merujuk riset van berkel et al, 2012).

Masih kata Fadli, dampak ekologis juga ada dengan reklamasi menghilangkan manfaat hutan mangrov sebesar 15,04 milyar/tahun, jika mengasumsikan nilai bersih manfaat mangrove 40 juta/tahun (kusumastanto, et al. 1999). Laporan BPLHD DKI Jakarta tahun 2014, sisa hutan mangrove di teluk jakarta 376,02 hektar.

“Reklamasi berpotensi menghilangkan manfaat ekonomi terumbuh karang senilai 20,2 milyar/ tahun,” pungkasnya.

Dia menambahkan pihaknya Senin besok bakal melakukan aksi kepung Balaikota DKI tagih janji Anies Sandi terkait penolakan reklamasi.