AMP Pusat Nilai, Gubernur Maluku Gagal Total

AMP Pusat Nilai, Gubernur Maluku Gagal Total

BERBAGI
Said Assagaf : Mantan Sekda/Gubernur Maluku
Photo

Jakarta – Kepemimpinan Gubernur Maluku (Ambon) Periode 2013-2018 di bawah Nakhoda Ir.Said Assagaf dan DR.Zeth Sahuburua,S.H , M.M telah hampir berada pada penghujung akhir masa jabatan .

Namun kepemimpinannya dinilai Gagal oleh Organisasi Masyarakat Maluku yaitu Angkatan Muda Pattimura.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Angkatan Muda Pattimura Rido Nilson.D.Tutuiha saat berada di kota Ambon pekan kemarin kepada wartawan.

Menurut Bung Rido, sapaan akrab Ketua Umum Angkatan Muda Pattimura bahwa kepemimpinan Said Assefgaff dinilainya gagal dalam meimpin Maluku. Ada beberapa hal yang dapat saya sampaikan kenapa sampai saya katakan gagal yaitu :

Provinsi Maluku yang dipimpin olehGubernur Pa Said.Assagaf tidak dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap proses pembangunan di Maluku secara keseluruhan.

Provinsi Maluku masuk urutan ke-3 Provinsi miskin di Indonesia. Program pembangunan untuk Maluku terkesan stag alias berjalan di tempat dari segala aspek pembangunan.

Selama ini Kepemimpinan Pak Said lebih banyak program-program pembangunan bersifat seremonial semata yang banyak menghambur-hamburkan uang negara.

Banyak mermunculan kasus-kasus Korupsi di Pemda Maluku yang ditangani oleh aparatur penegak Hukum, salah satunya kasus Bank Maluku – Maluku Utara.

Penanganan Pengungsi sampai saat pasca konflik Maluku tidak dapat diselesaikan, bagaimana bilang sudah aman sedangkan banyak pengungsi Masyarakat Negeri Adat yang masih tinggal di daerah pengungsian salah satu contohnya yaitu masyarakat Negeri Iha Saparua yang hingga kini masih berada di Daerah Pengungsian sudah selama 17 tahun . Kemana keseriusan Pemda Provinsi Maluku dalam persoalan ini .

Anggaran yang diturunkan dari Pemerintah Pusat untuk Penanganan Pengungsi Maluku yang begitu besar sampai trilyunan rupiah, tapi sampai saat ini penanganan pengungsi belum selesai.

Program Pembentukan Daerah Otonomi Baru, Program Lumbung Ikan Nasional, Program Maluku menjadi Provinsi Kepulauan hanya merupakan slogan semata , tap realisasinya di lapangan tidak ada.

Tingkat Penggangguran dari tahun ke tahun terus meningkat di Maluku, tanpa adanya perhatian Pemerintah mengenai program tenaga kerja bagi anak-anak Maluku yang menganggur. Dan masih banyak lagi persoalan-persoalan yang belum dapat diselesaikan oleh Pemda Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Pak Said.

“ Hal-hal yang dapat saya sampaikan ini merupakan hasil Investigasi dan data-data lapangan yang dilakukan oleh Angkatan Muda Pattimura, jadi semuanya ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada Maluku nantinya.

Karena Angkatan Muda Pattimura selaku salah satu Organisasi Masyarakat Maluku turut serta bertanggung jawab dan selalu melakukan fungsi kontrolnya terhadap Kinerja Pemda Prov.Maluku dan Pemkot serta Pemkab yang ada di Maluku.

Hal ini sesuai dengan Visi dan Misi dari Organisasi Angkatan Muda Pattimura, “ Papar Rido.

Masih menurut Ketua Umum Angkatan Muda Pattimura bahwa, “ Maluku ini kaya akan Sumber Daya Alamnya yang dijadikan modal utama pembangunan Maluku, namun Pemda Provinsi Maluku tidak mampu memanfaatkan dan mengembangkan potensi tersebut untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Maluku. Tutup Ridho

Sumber – mapikorpapuanews.wordpress.com