Punya Program Damai Bagus, Wahid Foundation Siap Bantu Pendanaannya

    Punya Program Damai Bagus, Wahid Foundation Siap Bantu Pendanaannya

    “Jika programnya bagus, kami akan berusaha bantu di bidang pendanaannya,” lanjutnya.

    BERBAGI
    Photo

    DelikIndonesia.com – Wahid Foundation (WF) kembali membuka kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang terlibat dalam organisasi atau komunitas, untuk melakukan submit ide-ide terbaik guna menyebarkan perdamaian di lingkungan masing-masing.

    Melalui program TOLERAN (tolak ujaran kebencian), WF mengundang partisipasi masyarakat untuk bersama-sama melakukan program atau kegiatan untuk membangun perdamaian tersebut.

    Hal ini seperti yang disampaikan oleh Senior officer media and campaign Wahid Foundation, Khoirul Anam. Ia menjelaskan bahwa program tersebut dimaksudkan untuk mendapat gagasan-gagasan terbaik yang applicable dari masyarakat.

    “Kami mengundang ide-ide terbaik dari masyarakat untuk melawan sebaran ujaran kebencian. Ide-ide tersebut nantinya akan dijalankan dalam bentuk program, baik untuk jangan pendek maupun jangka panjang,” kata Anam saat memberi keterangan di Griya Gus Dur, Jakarta, Minggu (12/11/2017).

    WF akan mendanai program-program yang diajukan oleh masyarakat dengan besaran yang disesuaikan dengan kebutuhan program.

    “Jika programnya bagus, kami akan berusaha bantu di bidang pendanaannya,” lanjutnya.

    Program Toleran sendiri telah diupload di website resmi Wahid Foundation (http://wahidfoundation.org/index.php/news/detail/Call-for-Concept-Note).

    Di tahap awal, WF hanya meminta agar lembaga atau institusi yang tertarik untuk submit ide kegiatan program melalui form concept note yang telah dilampirkan di website resmi Wahid Foundation tersebut.

    “Tidak panjang, kok. Hanya 2 sampai 3 lembar saja. Makanya ayo cepat submit,” pungkas Anam.

    Tahap pertama ini akan dibuka hingga tanggal 17 November mendatang. Tahap berikutnya, WF akan memilih 20 concept note terbaik untuk dipanggil ke Jakarta untuk diskusi dan induksi. (*)