Tim Pantau ( TP ) JamSos Pertanyakan Dana Kelola Investasi BPJS –...

Tim Pantau ( TP ) JamSos Pertanyakan Dana Kelola Investasi BPJS – TK Capai 320 T.

BERBAGI
Photo

Jakarta – Paska Seminar Nasional yg diadakan oleh Dewas BPJS TK di Jakarta, Dirut BPJS TK menyampaikan sambutannya tentang dana kelola investasi sudah mencapai Rp 320 Triliun. Menarik untuk dicermati di bagian ini mendorong publik bertanya tanya atas sejumlah hal.

Alokasi dana kelolaan sebesar itu diperoleh dan dipergunakan kemana saja ? Mengingat kemungkinan bisa saja ada sisi pendapatan nantinya. Dan karenanya dikhawatirkan banyaknya pemburu rente di dana kelolaan investasi tersebut.

“Publik harus dapat penjeleasan yang memadai dan detil agar tepat guna pengelolaannya ujar ichsan, salah satu presidium Tim Pantau ( TP) Jamsos. Lewat siaran persnya, kamis (30/11)

Lalu, beberapa bulan lalu BPJS TK juga baru me-launching BPJS TK Contact Center CARE dengan Infomedia. Banyak yg menilai kenapa dengan dana kelola investasi yg mencapai Rp 320 Triliun sampai dengan akhir tahun 2017 BPJS TK BPJS TK tidak mempunyai Contact Center Mandiri yg dikelola langsung oleh Bagian Pemasaran?? Lalu bagimana Transparansinya mekanisme tender dengan pihak Vendor?? Kami minta hal itu disampaikan ke publik. Kata Ichsan

Untuk di soal terkait MLT ( Manfaat Layanan Tambahan ) BPJS – TK yaitu rumah bersubsidi dengan bunga rendah bagi peserta BPJS TK yg sepi peminat. Contohnya saja di Gresik dengan dalih ketidakpatuhan perusahaan dalam membayar iuran bulanan serta harga lahan yg mahal membuat peserta yg mengajukan tertolak oleh sistem. Ini juga yg kami juga tanyakan kepada pihak BPJS TK agar Pihak BPJS TK bisa meluruskan persepsi. Tukas Ichsan

Atas beberapa kekhawatiran itu, dimanakah peran Dewas BPJS TK ataupun Komisi IX sbg organ yg menjalankan fungsi pengawasan terhadap Badan ini. Belum pernah terdengar hingga saat ini suara kritis dari keduanya yg menggaung luas ke publik.

BPJS TK adalah lembaga publik yg bersifat wali amanah. Lebih mengedepankan soal kemanfaatan publik khususnya peserta untuk bisa mendapatkan kemanfaatan yang maksimal. Tutupnya