FPM-Indonesia Minta KPK Periksa Direksi BANK DKI JAKARTA

FPM-Indonesia Minta KPK Periksa Direksi BANK DKI JAKARTA

BERBAGI
Photo

Delikindonesia.com – Puluhan massa tergabung dalam FPM-Indonesia berunjuk rasa didepan Kantor Bank DKI Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Pendemo mendesak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa mengungkapkan semua kejanggalan yang ada di BANK DKI tersebut tanpa alasan apapun.

“Kami minta KPK segera memeriksa pejabat Bank DKI terkait temuan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dan BPK bisa mengauditnya,” kata Koordinator aksi Fahris, di depan Kantor BANK DKI JAKARTA sore

Selain itu, aktivis Mahasiswa itu menegaskan pihaknya akan mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk segera mencopot semua Direktur Bank DKI. Fahris mengaku prihatin dengan kondisi negara yang sudah merdeka beberapa puluh tahun yang silam, tetapi negara ini masih mengalami penjajahan oleh para penguasa yang rakus akan kekuasaan, berbagai macam problem yang masih menjadi tugas para pemimpin di negeri ini, terutama persoalan pemberantasan korupsi.

“Korupsi adalah musuh bersama, dan merupakan kejahatan luar biasa, olehnya itu dalam penangannya harus juga luar biasa, Korupsi juga dapat merusak moral bangsa dan kejahatan yg terstruktur rapih dan masif. Jika terus di biarkan sudah tentu menjadi kebiasaan yang mengakar.” Tuturnya

Oleh karena itu, sambung Fahris, lembaga antirasuah (KPK) sebagai lembaga negara yang berwenang menangani korupsi di bangsa ini harus mempunyai peran penting untuk membasmi dan menuntaskan kasus-kasus korupsi yang ada di bangsa ini dengan tegas tampa pandang bulu, terutama di kubu BANK DKI.

BANK DKI yang mesti mengelolah uang rakyat malah menjadi mafia untuk merampok uang rakyat. Sebab terjadi diduga ada indikasi korupsi di kubu BANK DKI yang melibatkan beberapa oknum petinggi pejabat yang ada di BANK DKI tersebut.

“DKI Jakarta sebagai miniaturnya Indonesia semestinya menjadi contoh untuk tidak melakukan praktek-praktek korupsi maupun praktek lainnya yang berdampak buruk bagi Jakarta sebagai Ibu Kota Negara,” pungkasnya.