KM Faisayang Bukan Untuk Kebutuhan Tapi Penghisap APBD Halteng

KM Faisayang Bukan Untuk Kebutuhan Tapi Penghisap APBD Halteng

BERBAGI
Image result for banner website

DELINDO – Pengadaan Kapal Cepat KM Faisayang oleh PEMKAB Halmahera Tengah yang dianggarkan melalui APBD Halteng Tahun 2009 senilai Rp. 11,5 Miliyar dengan tujuan untuk menjamin akses masyarakat Halteng dan juga dapat menggenjot Pendapatan Daerah kini menuai polemik di masyarakat Halteng.

Kronologis singkat pembelian kapal tersebut, sebelumnya dibeli terlebi dahulu oleh pengusaha M.Daeng Barang dengan Harga Rp. 7.000.000.000 ( tujuh Miliyar) harga tersebut merupakan tawar menawar antara M.Daeng Barang dengan pemilik kapal Tony Supit yang juga mantan Bupati Kabupaten Sitaro Sulawesi Utara, hal ini sesuai dengan alat bukti Akta Jual Beli No 6 yang ditandatangani Notaris Tedy Boham di Manado 4 Mei 2009, setelah 5 bulan kemudian kapal tersebut dijual oleh M.Daeng.

Barang kepada PEMKAB Hal-Teng senilai Rp.10.000.000.000 (Sepuluh Miliyar) dan di genjot nilai Pajaknya menjadi Rp. 11,5 Miliyar oleh PEMKAB Halteng untuk di bayarkan kepada M. Daeng Barang tanpa acuan dengan harga perkiraan sendiri,padahal harga acuan wajib di kalkulasi secarah keahlian, Hal ini sesuai dengan perintah Pasal 13 Keppres 80/2003, data yang dapat dipertanggung jawabkan sebagai alat untuk menilai kewajaran harga penawaran. Ungkap Riswan Sanun (Sekertaris Umum HIPMA-HALTENG Jabodetabek). Lewat siaran elektroniknya, Jumat,(15/12)

Riswan mengatakan bahwa, kita lihat dari kronologis diatas tentu kita mengetahui bahwa PEMKAB Halteng sudah mengeluarkan Anggaran Daerah yang sangat besar untuk pengadaan Kapal Cepat KM Faisayang.  Katanya

Masyarakat Halteng juga berkeinginan agar Kab. Halmahera Tengah maju dalam kebutuhan Akses salah satunya adalah kebutuhan Kapal Cepat, namun realitas membuktikan bahwa KM Faisayang yang suda menelan Anggaran Daerah yang begitu besar, hari ini hanya dijadikan Pajangan di Pelabuhan Laut Kota Weda atau dengan kata lain KM Faisayang di ibaratkan seperti besi tua yang tidak bermanfaat. Kata Riswan

Riswan menilai apa yang dilakukan oleh PEMKAB Halteng tidak sesuai dengan tujuan awal pengadaan kapal cepat tersebut, yang ada hanya menghabiskan Anggaran Daerah karna KM Faisayang tidak lagi difungsikan hanya dipajangkan di pelabuhan laut kota weda, ironisnya juga Kapal tersebut ditadak lagi difungsikan akan tetapi setiap Tahun PEMKAB Halteng mengeluarkan Anggaran untuk perawatan KM Faisayang.

Hingga hari ini informasi yang tersebar secara luas dimasyarakat Halteng bahwa Pengadaan Kapal Cepat KM Faisayang tersebut terindikasi Korupsi didalamnya yang melibatkan beberapa oknum Pejabat Daerah salah satunya Ir. M. Al Yasin Ali, MMT. (Bupati Halteng) hal ini yang menuai polemik ditengah Masyarakat Halteng.

Dirinya pun minta kepada PEMKAB Halteng agar segera melakukan upaya-upaya posistif agar KM Faisayang dapat difungsikan kembali sehingga masyarakat Halteng dapat bmenikmati kapal tersebut. Jika polemik ini tidak diselesaikan Pemkab Halteng, maka kami akan mendesak kepada Pihak Penegak Hukum dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agar segera Mengusut tuntas dugaan Korupsi Anggaran pengadaan Kapal Cepat KM Faisayang. Tutupnya