Sugito :  Rochmadi Saptogiri Yang Meminta Uang Suap Itu

Sugito :  Rochmadi Saptogiri Yang Meminta Uang Suap Itu

BERBAGI
Image result for banner website

DELINDO – Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Sugito mengakui bahwa Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri lah yang meminta uang itu.

Pengakuan itu disampaikan Sugito saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Auditor Utama BPK Rochmadi Saptogiri di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Awalnya, Sugito menjelaskan bahwa dirinya dan Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi ditemui Ketua Sub Tim 1 Pemeriksa BPK atas Laporan Keuangan (LK) Kemendes PDTT TA 2016, Choirul Anam.

Dalam pertemuan di ruangan Sekjen itu, Anam menginformasikan bahwa pemeriksaan LK Kemendes PDTT TA 2016 akan memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Atas laporan itu, Anam meminta agar Rochmadi diberikan atensi.

“Sebenarnya karena saudara Anam itu mengejar terus untuk memberikan uang itu ke pak Rochmadi,” kata Sugito di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Pengakuan tersebut, bertentangan dengan dakwaan milik Rochmadi. Dalam dakwaan disebutkan, setelah Anam meminta atensi untuk Rochmadi , Anwar Sanusi menanyakan berapa nominal perhatian yang harus diberikan. Kemudian, Anam menjawab sekitar Rp250 juta.

Atas masukan itu, Anwar Sanusi meminta Sugito untuk memenuhinya dan disanggupi oleh Sugito. Namun, karena tidak punya uang, Sugito mengkordinasikan permintaan Anam kepada para Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen), Sekretaris Badan (Sesbadan), Sekretaris Inspektorat Jenderal (Sesitjen) serta Karo Keuangan dan BMN di lingkungan Kemendes PDTT.

“Karena saya tidak punya uang akhirnya saya kordinasi dengan teman-teman, Sesditjen. Lalu mengundang rapat, kumpulah para sesditjen ada juga Kabiro Keuangan,” jelas Sugito.

Selanjutnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan kenapa Sugito lebih intens berkomunikasi dengan Anam. Padahal, Anam hanya Kasubtim. Sugito menjawab dirinya adalah Irjen yang merupakan leading sektor untuk melakukan komunikasi baik dengan Satker di Kemendes maupun dengan Auditor BPK. Namun dia tidak menampik, jika ada arahan dari Rochmadi.

Sugito mengaku berusaha agar dapat bertemu Rochmadi. Namun pertemuan itu urung terjadi, setelah kordinasi dengan Anam, barulah pertemuan terjadi.

Pada tanggal 25 April 2017, Sugito mengaku dihubungi Anam yang menyampaikan bahwa Rochmadi bersedia menemuinya.

“Besok ketemu Rochmadi ya. Pokoknya kalau jenengan pasrah sama saya Insya Allah hasilnya ijo royo royo,” kata Anam.

“Alhamdulillah. Itu yang penting,” jawab Sugito.

Kemudian, Sugito menafsirkan pernyataan Anam dengan maksud bahwa LK TA 2016 Kemendes PDTT akan mendapat opini WTP. Hal itu disampaikan kepada Anwar Sanusi melalui pesan Whatsapp.

“Permisi Pak Sekjen, infomasi terbatas kepada bapak saja dulu. Bahwa Kemendes mendapat opini WTP. Besok siang Pak Sekjen dan saya bertemu Pak Rohmadi siang jam 12,” sebut jaksa membacakan tampilan WA antara Sugito dengan Anwar Sanusi.

Namun, Sugito mengatakan bahwa Anwar Sanusi keesokan harinya tidak bisa berangkat menemui Rochmadi. Karena ada pelantikan. Akhirnya Sugito memerintahkan Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Kemendes, Jarot Budi Prabowo untuk menyerahkan uang kepada Rochmadi.

“Ya sesuai itu permintaannya dari Anam yang akhirnya saya nyuruh Jarot ngirim (duit) 250 itu pak,” jelas Sugito.

Jaksa pada KPK pada siding kali ini menghadirkan empat orang saksi untuk terdakwa Auditor III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri. Keempat orang itu adalah Sugito, Jarot Budi Prabowo masing-masing dari Kemendes, serta Andi Bonamano (sub audit BPK) dan Kimkim Gunawan (Security BPK).