Kiat Pencegahan Korupsi Datang dari Kepala Daerah

Kiat Pencegahan Korupsi Datang dari Kepala Daerah

BERBAGI
Animasi Korupsi
Image result for banner website

Jakarta – Ada yang istimewa dari para narasumber yang mengisi sesi talkshow di hari pertama peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) di Jakarta Senin (11/12) kemarin. Sejumlah tokoh yang yang datang dari berbagai latar belakang dan mewakili daerahnya masing-masing, memiliki cerita yang dapat menginspirasi banyak orang dalam upaya pencegahan korupsi. Mereka berbagi kiat dan inovasi kepada sekitar 1.000 peserta yang hadir dalam ajang yang membahas tentang gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) ini.

Sebut saja Tri Rismaharini, perempuan yang amat dikenal publik dengan kiprahnya sebagai Walikota Surabaya. Risma mengatakan, saat ini seluruh sistem di Surabaya sudah sangat terintegrasi. Proses perizinan dilakukan secara online, dimana begitu izin keluar akan dikirim ke rumah pemohon. Dengan mekanisme ini, tak ada pertemuan antara instansi pelayanan publik dan pemohon, sehingga celah suap dan korupsi pun dapat ditambal.

Kiat pencegahan korupsi juga datang dari kepala daerah lainnya, FX. Hadi Rudyatmo. Walikota Solo ini memilih menerapkan budaya yang sedikit tak lazim namun memiliki pesan tersendiri. Hadi menuturkan, ia akan segera mengedarkan surat resmi yang melarang tamu-tamu membawa tas saat menemuinya di tempat kerja. Tamu yang memiliki urusan pekerjaan pun juga dilarang menemuinya di rumah. Menurut Hadi, ini merupakan cara ampuh untuk mencegah terjadinya tindakan suap yang merupakan salah satu bentuk korupsi.

Inovasi lainnya di bidang pelayanan publik juga dimunculkan oleh Polri. Irene Aju, seorang Polwan yang juga merupakan agen SPAK asal DI Yogyakarta menggagas sebuah sistem dimana masyarakat bisa menilai langsung kinerja pelayanan publik Polri, melalui Survei Pelayanan Masyarakat dengan memasang layar sentuh di bagian pelayanan SIM dan SKCK. Sistem yang terintegrasi secara online itu dibuat agar pimpinan dan masyarakat bisa mengakses informasi secara realtime soal kualitas pelayanan. Di saat yang sama, publik pun dapat memberi masukan bahkan keluhan, yang kemudian bisa menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan perubahan.

Inspirasi untuk mencegah korupsi ternyata tak hanya dimiliki oleh para birokrat dan instansi pemerintahan saja. Di bidang seni kreatif dan hiburan, sejumlah tokohnya memiliki cara tersendiri untuk menebar kebaikan demi perubahan. Misalnya Ronald Surapradja, penyiar radio yang selalu menyampaikan kabar baik dari berbagai sumber di awal siarannya. Henry Manampiring, seorang influencer & pegiat media sosial, mencoba menginspirasi nilai persatuan dan persahabatan meski berbeda latar belakang agama dan budaya, melalui sebuah survei yang dilakukannya. Sementara seorang komikus muda bernama Reza Mustar atau Azer, memilih berkreasi sekaligus melontarkan kritik sosial dan politik melalui mural yang sebagian dibuatnya secara profesional.

Banyaknya tokoh dan kisah yang membawa semangat perbaikan ini diapresiasi oleh Pimpinan KPK, Basaria Panjaitan. Gerakan SPAK yang memiliki slogan “Kekuatan Perempuan, Inspirasi Perubahan” dan memiliki 1.300 agen perubahan dengan berbagai latar belakang di 34 provinsi di Indonesia, juga dinilai Basaria sebagai sebuah contoh istimewa peran perempuan-perempuan hebat di Indonesia. SPAK yang baru saja mendapatkan penghargaan antikorupsi tingkat dunia dalam Anti-Corruption Excellence Award (ACE Award) di Jenewa, Swiss ini, dinilai dapat berperan besar dalam mencegah korupsi di Indonesia. “Kalau setiap perempuan melakukan hal-hal yang dilakukan seperti SPAK, saya yakin 1 demi 1, setiap orang yang akan melakukan korupsi akan merasa takut karena sudah dicegah oleh teman-teman SPAK”, kata Basaria.