Pilkada Dinilai Tidak Dorong Ekonomi

Pilkada Dinilai Tidak Dorong Ekonomi

BERBAGI
Ilustrasi Pilkada Serentak/liputan6com
Image result for banner website

Jakarta – Politisi Partai Gerindra, Nizar Zahro mengatakan, dari rangkaian Pilkada serentak yang sudah dilakukan terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Apalagi, selama tiga tahun pemerintahan Jokowi, pertumbuhan ekonomi secara nasional hanya mampu tercetak di angka 5 persen.

“Jadi, jangan terlalu berharap bahwa penyelenggaraan Pilkada 2018 dan bahkan juga Pemilu 2019 akan memiliki dampak signifikan terhadap rakyat. Kalaupun ada, dampaknya sangat kecil sekali alias tidak mampu mempengaruhi pertumbuhan perekonomian secara makro,” ujar Nizar Zahro, Selasa (2/1).

Menurutnya, praktek politik uang atau money politics dalam Pilkada jumlahnya sangat kecil sekali. “Kalaupun ada, ibaratnya hanya sebatas uang rokok yang sekali hisap langsung habis,” paparnya.

Sementara, kata Nizar Zahro, belanja kampanye lainnya seperti kaos, bendera, poster, dan lainnya juga tidak terlalu besar. Sementara, belanja politik terbesar adalah membayar konsultan politik yang jumlahnya juga bisa dihitung dengan jari. “Jadi, uang besar konsultasi politik hanya beredar di kalangan tertentu,” katanya.

Anggota Komisi V DPR itu menegaskan, penyelenggaraan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. “Untuk bisa mengerek pertumbuhan ekonomi, harus ada kebijakan yang pro kepada rakyat banyak,” katanya.

Nizar menambahkan, sangat sulit mengharapkan negara untuk membiayai kampanye politik. Sebab, saat ini kondisi keuangan negara sendiri sangat terbatas, dan bahkab tiap tahun harus berhutang ratusan triliun.

“Defisit anggaran juga sangat besar. Dengan kondisi keuangan negara yang memprihatinkan, sangat sulit untuk membiayai kampanye politik,” tandasnya.

Sumber : Kesbangpol.kemendagri.go.id