Garda Nawacita Desak Presiden Jokowi Copot Menteri Perhubungan

Garda Nawacita Desak Presiden Jokowi Copot Menteri Perhubungan

BERBAGI
Pelabuhan, Bandara Pintu Masuk Barang Haram..!!
Image result for banner website

DELINDO – Satuan Narkoba Polres Bima Kota menangkap dua pemuda karena tersangkut kasus narkoba, Jumat (20/10/2017). Kedua tersangka ditangkap di rumah salah satu pelaku sekitar pukul 21.30 wita. “Dua pelaku DK (21) dan T (22), ditangkap personel Opsnal Res Narkoba. Mereka diduga sebagai pengedar sekaligus pengguna narkoba. Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapat sebuah dompet berisi delapan paket ganja kering siap edar. Polisi kemudian menggeledah kandang ayam di dekat rumah tersebut dan menemukan 21 paket ganja beserta 17 paket sabu yang disimpan pelaku dalam sebuah kotak kayu. Barang bukti lain yang diamankan selain narkoba adalah telepon seluler, timbangan, alat isap, dan uang sebesar Rp 1,5 juta.

Peredaran narkoba di Kabupaten Dompu beberapa tahun belakangan ini semakin merajalela. Barang haram tersebut dipasok dari Bima. “Dompu hanya dijadikan pasar bagi pengedar narkoba. Tak jarang penangkapan lebih dominan kurir dan pemakai,” ungkap Kasat Narkoba Polres Dompu IPDA Adhar, Senin (12/6). Menurut dia, kasus narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan belakangan ini semakin marak. Kasus-kasus tersebut tidak hanya di kalangam remaja dan dewasa, tapi juga sudah menyentuh kalangan anak dibawah umur.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso mengungkapkan, bisnis narkoba di Indonesia sangat menggiurkan karena keuntungannya berkali-kali lipat dari modal. “Beli sekilo sabu dari China, harganya Rp 200 juta. Di Indonesia, dijual sampai jadi Rp 2 miliar, bisnis yang menggiurkan…!” kata Budi Waseso, Kamis (19/10/2017).

Indonesia, sambung dia, menjadi sasaran utama para mafia narkoba jaringan internasional untuk memasarkan hasil produksinya. Tak hanya itu, Indonesia juga menjadi laboratorium dunia untuk peredaran narkoba. Barang haram ini masuk lewat pelabuhan dan jalan tikus mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimatan Barat, dan Kalimatan Timur. “Ini jalur tikus, pintu masuknya narkoba ke Indonesia. Mari sama-sama kita berantas, hantam bandar-bandar narkoba itu,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Buwas mengatakan, saat ini Indonesia diserang narkoba jenis sabu dan pil ekstasi asal China dan Belanda. Barang haram itu masuk dalam jumlah besar dan beredar luas di masyarakat.”Ini sabu dari China, ekstasi dari Amsterdam, Belanda. Sabu ada 191 kilogram, ganja 520 kilogram dari Aceh dan ekstasi 43.450 butir. Kita musnahkan semua,” kata Buwas saat pemusnahan barang bukti narkoba di Medan. Badan Narkotika Nasional kamis siang akan memusnahkan 191 Kg narkotika jenis sabu, 43.350 pil ekstasi dan 520 Kg ganja kering.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, saat ini Indonesia diserang narkoba jenis sabu dan pil ekstasi asal China dan Belanda. Narkoba tersebut masuk dengan jumlah yang tidak sedikit dan beredar luas di masyarakat. “Ini sabu dari China, ekstasi dari Amsterdam, Belanda. Sabu ada 191 kilogram, ganja 520 kilogram dari Aceh dan ekstasi 43.450 butir. Kita musnahkan semua,” kata Buwas yang datang ke Medan dalam rangka pemusnahan barang bukti narkoba, Kamis (19/10/2017).

Melihat kasus sebagaimana terjadi di atas, hal ini di karenakan terjadinya kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementrian Perhubungan yang melakukan swastanisasi di berbagai jalur baik udara maupun laut. Jalur – jalur inilah yang muda untuk jaringan narkoba masuk di indonesia, karena di kelolah oleh pihak swasta, kita semua tahu bahwa, pihak swasta hanya itu hanya kejar uang bukan melihat moral dan ksehatan generasi bangsa. Mereka hanya lihat bisnis apa yang menggiurkan ya itu di garap.

Untuk itu Komite Nasional Garda Nawacita mendesak jokowi segera copot Menteri Perhubungan dan kembalikan pelabuhan untuk di kelolah oleh BUMN agar semua terpantau rapi dan mencegah peredaran narkoba maupun minuman keras serta hal – hal lain yang merusak moralitas bangsa.

Sumber – berbagai sumber.